BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Komputerisasi suatu sistem biasanya diterapkan dalam suatu organisasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan hasil informasi akan dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen atau dengan kata lain teknik pengelolaan data atau informasi dalam suatu organisasi.
Komputerisasi mempunyai peranan yang sangat penting di dalam suatu organisasi, karena sangat mempengaruhi terhadap maju mundurnya sebuah organisasi. Setiap organisasi baik itu yang besar maupun organisasi yang kecil pasti mempunyai sistem yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan dan masalah yang terjadi pada organisasi tersebut.
Penerapan jaringan komputer sangat erat kaitannya dengan organisasi sekarang ini. Di semua instansi melibatkan penggunaan komputer untuk membantu mengolah sistem operasi untuk mendapatkan informasi. Oleh karena itu, kami menginstal operating system Mikrotik 2.9.27.
Kami mengambil judul operating system Mikrotik 2.9.27 dengan alasan sebagai berikut:
1. Karena hampir semua server yang ada di Kabupaten Sumbawa Besar rata-rata menggunakan operating system Mikrotik .
2. Mikrotik yang dibangun dengan core Linux opensource, yang menyebabkan router ini lebih murah dibanding dengan router lainnya.
3. Kalau ngedial dari Mikrotik itu untuk mengurangi beban/kinerja modem, atau mengurangi hop yang terjadi di modem.
4. Kalau dial di Mikrotik bisa remot Mikkrotiknya dari mana saja pake IP public.
5. Memiliki system keamanan yang handal.
Tugas akhir ini disusun karena latar belakang penulis ingin mengetahui langkah-langkah instalasi Mikrotik 2.9.27 pada server di Diknas Kabupaten Sumbawa Besar, kemudian penulis juga ingin mengetahui kekuatan dan kelemahan dari Mikrotik 2.9.27 yang merupakan program “pertama” yang dipakai di router Diknas Kabupaten Sumbawa Besar.
I.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, jaringan sangat penting karena dengan adanya jaringan pengetahaun masyarakat semakin berkembang mengingat adanya kendala-kendala adalah:
a. Ketidak tahuan akan apa yang sedang terjadi didaerah lain
b. Data tidak dapat cepat dikirim dan diterima
c. Kurangnya komunikasi dengan teman yang berada jauh
Rumusan masalah yang akan dipecahakan adalah ”Membuat Jaringan Local Dengan PC Ruoter Menggunakan Operating System Mikrotik 2.9.27 di Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa Besar” dan selanjutnya bisa digunakan semaksimal mungkin untuk mengoperasikan jaringan dan digunakan semaksimal mungkin dalam sistem belajar mengajar dan keperluan kantor.
I.3. Batasan Masalah
Operating ini berupa pengelolahan data atau informasi yang melibatkan banyak data dan merupakan sistem yang dapat mengambil keputusan sendiri. Jaringan dapat mengirim data dan informasi dari suatu tempat ketempat yang lainnya yang dibutuhkan langsung dan cepat.
Jaringan pada PC router ini akan dibuat dengan menggunakan Operating System Mikrotik 2.9.27 dalam melakukan perancangan sistem ini dibatasi hanya dari segi penginstalan, pengkonfigurasian dan tidak termasuk keamanan jaringan tersebut. Selain itu, router ini hanya digunakan untuk Diknas Kabupaten Sumbawa Besar saja karena luasnya jaringan yang disampaikan, permasalahan dibatasi pada penggunaan jaringan LAN saja guna meningkatkan sistem kerja, batasan tersebut disesuaikan dengan informasi yang dibutuhkan.
I.4. Tujuan Penelitian
Tujuan Tugas Akhir ini antara lain untuk :
a. Memberi kesempatan kepada mahasiswa mendapatkan pengalaman sebelum memasuki lapangan kerja.
b. Membandingkan dan menerapkan pengetahuan akademis yang telah didapatkan di perguruan tinggi.
c. Memahami konsep-konsep non-akademis dan non-teknis di dunia kerja nyata.
d. Untuk memenuhi persyaratan akademis dalam menempuh gelar D3 di Jurusan Manajemen Informtika di AMIKOM Mataram.
I.5. Manfaat Penelitian
1. Bagi Mahasiswa
a. Menerapkan teori-teori yang telah didapatkan di bangku kuliah
b. Memperoleh bekal sebelum terjun ke masyarakat
c. Memiliki pengetahuan tentang aktivitas suatu perusahaan atau instansi.
2. Bagi Perguruan Tinggi
a. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk terjun ke lapangan dan masyarakat
b. Menguji sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam menerapkan teori di bidang praktik
c. Sebagai bahan evaluasi dalam peningkatan mutu kurikulum di masa depan.
3. Bagi Perusahaan atau Instansi
a. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lebih dalam tentang perusahaan atau instansi tersebut
b. Memanfaatkan mahasiswa untuk membantu memecahkan masalah-masalah yang bersangkutan
c. Dapat menjadi bahan masukan yang mungkin dapat dimanfaatkan oleh perusahaan
d. Wujud nyata partisipasi perusahaan dalam dunia pendidikan.
I.6. Metode Penelitian
Data dikumpulkan dari :
a. Metode Observasi
Untuk mendapatkan data-data yang menunjang dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara langsung terhadap objek dengan maksud untuk mendapatkan data yang sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
b. Metode wawancara
Melakukan tanya jawab dengan responden dari perusahaan guna memperoleh data yang tepat dan akurat.
c. Metode Eksperiment
Melakukan uji coba dalam melakukan instalasi Mikrotik 2.9.27 sebagai router.
I.7. Sistematika Penulisan
1. BAB I : PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang masalah, tujuan, manfaat, metode, sistematika penulisan, dan rencana kerja.
2. BAB II : LANDASAN TEORI
Berisi tentang teori-teori dan prinsip dasar yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan dapat dipergunakan sebagai pembanding atau acuan di dalam pembahasan masalah.
3. BAB III : HASIL PRAKTEK KERJA
Mengemukakan gambaran umum Instansi, Perusahaan, Organisasi tempat kegiatan Praktek Kerja Lapangan dan hasil yang diperoleh, berupa penyajian data kuantitatif yang berbentuk angka maupun data kualitatif yang diperoleh dari hasil observasi, interview, maupun dokumentasi.
4. BAB IV : PEMBAHASAN
Berisi tentang perancangan sistem baik itu berupa Instalasi, konfigurasi sampai pada sistem keamanan Mikrotik 2.9.27.
5. BAB V : PENUTUP
Merupakan bab akhir yang menarik suatu kesimpulan yang diperoleh, juga penyampaian kritik dan saran yang berkaitan dengan perusahaan.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Komponen Sistem jaringan
Jaringan adalah suatu set perangkat keras dan lunak di dalam suatu sistem yang memiliki suatu aturan tertentu yang mengatur seluruh aktivitas dan perilaku anggota-anggotanya dalam melakukan suatu aktivitas.
Jaringan komputer adalah sekelompok komputer otonom yang dihubungkan satu dengan yang lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media transmisi atau media komunikasi sehingga dapat berbagi data informasi, program-program, penggunaan bersama perangkat keras, seperti printer, harddisk, dan memberikan layanan komunikasi antar pemakai.
Jaman dahulu konsep pusat komputer dapat didefinisikan sebagai sebuah ruangan yang berisi sebuah komputer besar tempat semua pengguna mengolah pekerjaannya. Tetapi untuk masa sekarang model komputer tunggal (stand alone) yang melayani tugas-tugas komputasi suatu organisasi telah diganti oleh sekumpulan komputer yang terpisah tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya. Sistem ini disebut sebagai jaringan komputer, hanya dengan beberapa komputer stand alone yang terkoneksi memungkinkan pertukaran data dan pengolahan data dapat dilakukan dengan sangat mudah dan cepat. Stand alone computer yang melayani tugas-tugas komputasi pada suatu organisasi ataupun lembaga berangsur-angsur telah beralih fungsi menjadi komputer yang terkoneksi dalam suatu jaringan tanpa mengurangi atau menghilangkan tugas-tugasnya.
Jaringan komputer adalah sejumlah komputer stand alone yang dikelompokkan dan dihubungkan satu dengan yang lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media transmisi atau media komunikasi, sehingga dapat saling berbagi data atau informasi, program-program, penggunaan bersama piranti keras (printer, hardisk, scanner, CD Room, serta piranti keras lainnya), dan memberikan layanan komunikasi antar pemakai.
Dua komputer atau lebih dikatakan saling berhubungan (terkoneksi) bila saling dapat bertukar informasi dan data. Bentuk koneksi yang dapat digunakan adalah melalui kawat tembaga, serat optik, gelombang mikro, maupun satelit komunikasi.
Jaringan komputer berbeda dengan sistem terdistribusi, keberadaan sejumlah komputer stand alone bersifat transparan bagi pemakainya. Seseorang dapat memberi perintah untuk mengeksekusi suatu program, dan kemudian program itupun akan berjalan. Memilih prosesor, menemukan dan mengirimkan file input ke prosesor, dan menyimpan hasilnya ditempat yang tepat merupakan tugas sistem operasi. Dalam suatu jaringan, pengguna harus secara eksplisit masuk (login) ke sebuah mesin, secara eksplisit memberikan tugasnya dari jauh, secara eksplisit juga memindahkan file-file dan menangani sendiri secara umum seluruh manajemen jaringan.
2.2. Jangkauan Area Jaringan
Berdasarkan luas areanya atau letak geografisnya, jaringan area komputer dibedakan menjadi :
a. Local Area Network (LAN)
b. Metropolitan Area Network (MAN)
c. Wide Area Network (WAN).
2.2.1. LAN (Local Area Network)
Jaringan komputer yang saling terhubung ke suatu komputer server dengan menggunakan topologi tertentu, biasanya digunakan dalam kawasan satu gedung atau kawasan yang jaraknya tidak lebih dari 1 km.
Gambar 01 : LAN
2.2.2. MAN (Metropolitan Area Network)
Jaringan komputer yang saling terkoneksi dalam satu kawasan kota yang jaraknya bisa lebih dari 1 km. Pilihan untuk membangun jaringan komputer antar kantor dalam suatu kota, kampus dalam satu kota.
Gambar 02 : MAN
2.2.3. WAN (Wide Area Network)
Jaringan komputer yang menghubungkan banyak LAN ke dalam suatu jaringan terpadu, antara satu jaringan dengan jaringan lain dapat berjarak ribuan kilometer atau terpisahkan letak geografi dengan menggunakan metode komunikasi tertentu.
Gambar 03 : WAN
2.3. Lingkup Jaringan Komputer
Berdasarkan luas jangkauannya, jaringan komputer yang digunakan yaitu : Local Area Network (LAN). Meliputi komputer-komputer yang saling terhubung dalam satu ruangan atau suatu gedung.
Sedangkan Internet meliputi komputer-komputer yang saling terhubung di seluruh dunia (jaringan sejagad), sehingga sering juga disebut the network of network.
Gambar 04 : Internet
2.4. Topologi Jaringan Komputer
Yang dimaksud dengan topologi jaringan adalah susunan fisik bagimana node-node saling dihubungkan dan topologi yang digunakan yaitu :
2.4.1. Topologi Star
Topologi star memerlukan sebuah terminal pusat sebagai pusat kendali, sehingga setiap terminal yang ada akan terhubung dengan terminal tersebut.Kabel yang digunakan antara lain, RJ45.
Kelebihan dari topologi Star adalah :
1. Pemasangan kabel mudah
2. Penambahan atau pengurangan terminal sangat mudah
3. Tidak mengganggu beban jaringan yang lain
4. Memudahkan deteksi dan isolasi kesalahan
5. Memudahkan pengelolaan jaringan
Kekurangan dari topologi Star adalah :
1. Boros kabel
2. Perlu penanganan khusus bundel kabel
3. Karena terpusat maka hub akan menjadi eleven yang kritis.
Gambar 05 : Topologi Star
2.4.2. Point to Point (Titik ke Titik)
Jaringan kerja titik ketitik merupakan jaringan kerja yang paling sederhana tetapi dapat digunakan secara luas. Begitu sederhananya jaringan ini, sehingga seringkali tidak dianggap sebagai suatu jaringan tetapi hanya merupakan komunikasi biasa.
2.5. Manfaat Jaringan Komputer
Jaringan komputer kini telah berkembang dan menjadi suatu kebutuhan di segala aspek, baik dalam bidang industri maupun pendidikan, karena jaringan komputer mempunyai beberapa manfaat, yaitu :
a. Pertukaran Informasi
Data dari masing-masing komputer disimpan dalam satu disk yang bisa diakses oleh seluruh komputer yang terhubung dalam jaringan. Selain itu seorang pengguna dapat mengirimkan file atau pesan kepada pengguna lain.
b. Sarana Aplikasi Multi-User
Perangkat lunak yang diletakkan dalam sebuah file server dapat diakses oleh banyak pengguna secara bersamaan.
c. Dapat dibentuk Database
File-file dari beberapa komputer yang disatukan dalam sebuah hardisk, dengan metode tertentu dapat dibentuk database yang sangat bermanfaat dalam pengembangan sistem informasi.
d. Memudahkan Perawatan Perangkat Lunak
Perangkat lunak (software) dapat ditempatkan di file server sehingga seorang administrator jaringan dapat dengan mudah memperbaiki atau merawat perangkat lunak (software). Setiap user yang akan memanfaatkan perangkat lunak tersebut dapat diatur hak aksesnya, misalnya wewenang user yang hanya dapat mengakses atau membaca suatu data tetapi tidak memiliki hak untuk memodifikasi data tersebut.
e. Menghemat Biaya
Dalam suatu departemen tertentu menggunakan suatu perangkat lunak atau perangkat keras yang sesuai dengan pekerjaan atau tugasnya, akan tetapi bila suatu saat nanti departemen tersebut memerlukan atau ingin menggunakan perangkat lunak atau perangkat keras yang dimiliki oleh departemen lain maka dapat digunakan apabila telah menggunakan jaringan. Karena perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) dapat digunakan oleh banyak pengguna, maka tidak semua komputer harus memiliki perangkat lunak atau perangkat keras sendiri-sendiri (misalnya : print sharing atau print server).
2.6. Komponen Jaringan Komputer
Untuk membentuk sebuah jaringan komputer diperlukan komponen pembentuk jaringan antara lain adalah sebagai berikut :
2.6.1. Dari Sisi Hardware (Perangkat Keras)
a. Network Interface Card (NIC)
Network Interface Card adalah kartu (papan elektronik) yang ditanam pada setiap komputer yang terhubung ke jaringan. Beberapa komputer desktop yang dijual dipasaran saat ini sudah dilengkapi dengan kartu ini. Ada banyak jenis NIC, tiga hal yang harus diperhatikan dalam memilih perangkat ini. Pertama adalah tipe kartu, jenis jaringan, dan tipe kabel yang digunakan. Ada dua macam tipe kartu, yaitu PCI dan ISA.
Pada komputer ada beberapa slot (tempat penanaman kartu) yang disebut expansion slot. Slot-slot ini sengaja dibiarkan kosong pada saat membeli komputer, agar bisa meningkatkan kemampuan komputer dengan menambah beberapa kartu, misalnya soundcard, VGA card, SCSI card, atau Network Interface. Dari sisi protokol, jenis protokol yang saat ini yang paling banyak dipergunakan adalah Ethernet dan Fast Ethernet. Ada beberapa protokol yang lain, tetapi kurang populer yaitu Token Ring, FDDI, dan ATM. Dua protokol terakhir cenderung digunakan pada jaringan besar sebagai backbone (jaringan tulang punggung yang menghubungkan banyak segmen jaringan yang lebih kecil). Ethernet mendukung kecepatan transfer data sampai 10 Mbps, sedangkan Fast Ethernet mendukung kecepatan transfer data sampai 100 Mbps. Apabila memilih menggunakan protokol Ethernet, maka harus memilih kartu Ethernet. Demikian juga jika memilih menggunakan Fast Ethernet.
b. Repeater
Repeater merupakan penguat sinyal dua port sederhana. Piranti ini digunakan dalam topologi bus memperbesar jarak maksimum yang dapat dijangkau sinyal. Sebuah repeater akan menerima sinyal digital pada salah satu port-nya, menguatkannya dan mentransmisikannya ke sisi yang lain. Karena tidak memilih-milih apa yang akan dikuatkan, maka sinyal yang dikuatkan dapat berupa frame atau data yang rusak, atau bahkan background noise. Repeater tidak melihat kualitas data, ia hanya melihat setiap pulsa digital dan menguatkannya.
c. Hub
Gambar 06 : Hub
Secara sederhana, hub adalah perangkat penghubung. Pada jaringan bertopologi star, hub adalah perangkat dengan banyak port yang memungkin beberapa titik bergabung menjadi satu jaringan. Pada jaringan sederhana, salah satu port pada hub tak langsung terhubung ke server. Bisa juga hub tak langsung terhubung ke server tetapi juga ke hub lainnya, ini terutama terjadi pada jaringan yang cukup besar. Hub memiliki 4 sampai 24 port plus 1 port untuk ke server atau hub lain. Jumlah tumpukan maksimal tergantung dari merk hub, rata-rata mencapai 5 sampai 8 tumpukan. Hub yang bisa ditumpuk biasanya pada bagian belakangnya terdapat 2 port untuk menghubungkan antar hub.
Dari sisi pengolahan ada dua jenis hub, yaitu manageable hub (hub yang bisa dikelola melalui software) dan unmanageable hub (hub yang tidak bisa dikelola oleh software). Satu hal yang perlu diingat, hub hanya memungkinkan pengguna untuk berbagi (share) jalur yang sama.
d. modem
Gambar 07 : Modem
Modem berasal dari singkatan modulator demodulator. Umumnya alat ini digunakan untuk merubah sinyal analog menjadi digital dan sebaliknya. Misalnya untuk menghubungkan antara dua komputer melalui dial-up dengan menggunakan line telepon dalam mengakses data melalui jaringan atau internet. Modulator menurut wikipedia indonesia merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan pengertian Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik.
Setelah mengetahui pengertian modem, apa salahnya kalau kita juga mengetahui jenis modem itu apa saja? Di bawah ini adalah jenis atau macam modem yang banyak dipakai saat ini.
Jenis modem :
1. Modem analog
2. Modem ADSL
3. Modem kabel
4. Modem CDMA
5. Modem 3GP
6. Modem GSM.
e. Switch
Merupakan gabungan dari hub dan bridge yang berfungsi untuk meneruskan paket data dalam sistem komunikasi data, prinsip kerja :
1. Menggunakan alamat network yang sama pada semua port.
2. Membuat tabel berdasarkan alamat MAC.
3. Memfilter lalu lintas network berdasarkan informasi MAC.
4. Memforward lalu lintas berdasarkan frame.
5. Memforward lalu lintas broadcast.
Gambar 08 : Switch
f. Router
Router memiliki kemampuan untuk melewatkan paket IP (Internet Protocol) dari sutu jaringan ke jaringan yang lain yang mungkin memiliki banyak jalur di antara keduanya. Router-router yang saling terhubung dalam jaringan internet turut serta dalam sebuah algoritma routing terdistribusi untuk menentukan jalur terbaik yang dilalui paket IP dari satu sistem ke sistem yang lain.
Router dapat digunakan untuk menghubungkan sejumlah LAN (Lokal Area Network) sehingga trafik yang dibangkitkan oleh sebuah LAN terisolasikan dengan baik dari trafik yang dibangkitkan oleh LAN lain. Jika dua atau lebih LAN terhubung dengan router, setiap LAN dianggap sebagai subnetwork yang berbeda mirip dengan Bridge. Router dapat menghubungkan network interface yang berbeda. Router yang umum dipakai terdiri atas dua jenis, yaitu router dedicated dan PC router. PC dapat difungsikan sebagai router sepanjang dia memiliki lebih dari satu interface jaringan, mampu mengembalikan paket IP, serta menjalankan program untuk mengatur routing paket.
Gambar 09 : Router
2.6.2. Dari Sisi Software (Perangkat Lunak)
a. Sistem Operasi Jaringan
Dalam jaringan komputer baik server maupun workstation membutuhkan suatu sistem operasi jaringan atau NOS (Network Operating system). Banyak sistem operasi yang digunakan antara lain UNIX, Novell Netware, Linux, Windows 9x, Windows NT, Windows 2000 Advance Server, Windows 2000 Server. Sistem operasi jaringan inilah yang mengatur kerja dari jaringan mulai dari cara berkomunikasi, pengaturan hak akses dan pemasukkan data tanpa melakukan proses, sehingga terminal tersebut disebut dengan Dumb Terminal. Semua proses dari semua user dikontrol dari komputer server. Mainframe ini mempunyai kemampuan yang tinggi. Wujud fisiknya juga sangat besar, sehingga tidak semua orang atau perusahaan memilikinya.
b. Sistem Jaringan (Network)
Adapun kendala yang dapat ditemukan pada PC yaitu sulitnya berkomunikasi dengan mesin yang lainnya dan adanya tuntutan kemampuan yang relatif lebih tinggi. Oleh karena itu muncul solusi pemecahannya yang dinamakan dengan jaringan lokal (LAN : Local Area Network). Hingga saat ini jaringan lokal hampir digunakan oleh semua perusahaan maupun dalam dunia pendidikan.
c. Sistem Internetworking
Konsep dari sistem ini yaitu jaringan komputer yang bersifat lokal mulai digabungkan dengan protokol komunikasi yang ada, yaitu TCP/IP sehingga hubungan antar jaringan komputer semakin luas keseluruh dunia. Sistem ini kemudian dikenal dengan nama Internet. Konsep ini dapat berkembang dengan pesat dikarenakan ada dukungan dari vendor-vendor perangkat keras maupun perangkat lunak. Dari teknologi ini kemudian muncul teknologi yang mengadopsinya, seperti :
1. Intranet
Merupakan jaringan lokal (LAN) yang memanfaatkan teknologi Internet. Protokol komunikasi yang digunakan adalah TCP/IP. Dengan teknologi ini jaringan lokal dalam sebuah instansi meskipun tidak terhubung dengan internet, dapat melakukan proses penyebaran informasi seperti halnya internet, misalnya dengan memanfaatkan Web (WWW : World Wide Web), FTP (File Transfer Protocol), E-mail (Electronic Mail), atau IRC (Internet Relay Chat).
2. Ekstranet
Setelah konsep intranet berkembang dengan baik, maka muncul suatu gagasan untuk menggabungkan dua atau lebih intranet dalam sebuah jaringan yang terpadu.
2.7. Perkembangan Jaringan Komputer
Jaringan komputer yang berkembang saat ini tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi berkembang seiring dengan perkembangan teknologi komputer dan teknologi informasi. Dari sistem yang berbasis mainframe, kemudian berkembang ke sistem jaringan (Network) sampai pada sistem berbasis Internetworking. Karena cakupan pokok permasalahan yang diambil oleh penyusun adalah sistem yang berbasis intranet maka sistem ini akan dibahas nantinya.
Jaringan adalah suatu set perangkat keras dan lunak didalam suatu sistem yang memiliki suatu aturan tertentu yang mengatur seluruh aktivitas dan perilaku anggota-anggotanya dalam melakukan suatu aktivitas.
Jaringan komputer merupakan sekelompok komputer otonom yang dihubungkan satu dengan yang lainnya menggunakan protocol komunikasi melalui media transmisi atau media komunikasi sehingga dapat berbagi data informasi, program-program, penggunaan bersama perangkat keras (seperti;printer, hardisk) dan memberikan layanan komunikasi antar pemakai (tanembaum).
2.7.1. Sistem Operasi
Sistem Operasi adalah Perangkat Lunak Komputer yang mengatur dan mengendalikan Operasi Dasar Sistem komputer. Sistem Operasi bisa didefinisikan sebagai:
a. Perangkat Lunak yang bertindak sebagai perantara antara pemakai computer (user) dengan perangkat keras (Hardware) Pemakai komputer dibagi menjadi:
1. Common user : Pengguna computer biasa.
2. Programmer : Seorang yang membuat aplikasi atau program
3. Aplikasi (program) : Sesorang yang menjadi operator pengguna program.
b. Tujuan dari adanya operating system adalah :
1. Menjalankan program-program dari user dan membantu user dalam menggunakan computer.
2. Menyediakan sarana sehingga pemakaian computer menjadi mudah (convenient).
3. Memanfaatkan perangkat keras komputer yang terbatas secara efisien (resource manager).
c. Tugas Dari Sistem Operasi diantaranya :
1. Melakukan Fungsi Manajeman Berkas
2. Mengendalikan berbagai sumber pada Sistem, seperti disk & printer
3. Mengatur pemakai yang menggunakan sistem
4. Membentuk penjadualan proses-proses pada sistem.
d. Empat Komponen Manajeman utama pada Sistem Operasi
a. Manajeman Proses
b. Manajeman Memori
c. Manajeman Sistem Berkas
d. Manajeman Input/Output
2.7.2. Komponen Sistem Komputer
1. Hardware berfungsi menyediakan “basic computing resources”(CPU, memory, I/O devices)
2. Operating system berfungsi mengendalikan atau mengkoordinasi pemakaian hardware oleh berbagai aplikasi atau program dari users.
3. Applications Programs menggunakan system resources untuk menyelesaikan masalah komputasi dari user (compilers, database system, video games, business programs).
4. Users (people, machines, other computers).
2.8. Mikrotik Router OS
Mikrotik Router OS, merupakan sistem operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Administrasinya bisa dilakukan melalui Windows Application (Winbox). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada Standar komputer PC (Personal Computer). PC yang akan dijadikan router, Mikrotik pun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar (network yang kompleks, routing yang rumit) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.
2.9. Sejarah Mikrotik Router OS
Mikrotik adalah sebuah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia. Pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully adalah seorang berkewarganegaraan Amerika yang berimigrasi ke Latvia. Di Latvia ia bejumpa dengan Arnis, Seorang darjana Fisika dan Mekanik sekitar tahun 1995.
John dan Arnis mulai me-routing dunia pada tahun 1996 (misi Mikrotik adalah merouting seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS-DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless-LAN (WLAN) Aeronet berkecepatan 2 Mbps di Moldova, negara tetangga Latvia, baru kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia.
Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (W-ISP), tetapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia. Latvia hanya merupakan tempat eksperimen John dan Arnis, karena saat ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar 400 pengguna.
Linux yang pertama kali digunakan adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5-15 orang staff Research and Development (R&D) Mikrotik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Menurut Arnis, selain staf di lingkungan Mikrotik , mereka juga merekrut tenega-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan Mikrotik secara marathon.
2.10. Jenis-Jenis Mikrotik
1. Mikrotik RouterOS yang berbentuk software yang dapat didownload di www.Mikrotik.com. Dapat diinstal pada komputer rumahan (PC).
2. BUILT-IN Hardware Mikrotik dalam bentuk perangkat keras yang khusus dikemas dalam board router yang didalamnya sudah terinstal Mikrotik Router OS.
BAB III
HASIL KERJA PRAKTEK
3.1. Gambaran Umum Tentang Tempat PKL
3.1.1. Latar Belakang Berdirinya Diknas
Pembukaan UUD 1945 mengamanatkan bahwa salah satu tujuan negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Selanjutnya diamanatkan dalam pasal 31 ayat (1): “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan; ayat (2): Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan negara wajib membiayainya”. Oleh karena itu setiap warga negara Republik Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang merata dan bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, etnis dan gender. Untuk mencapai hal tersebut, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2004 -2009 mengamanatkan tiga misi pembangunan nasional, yaitu:
1. Mewujudkan negara Indonesia yang aman dan damai
2. Mewujudkan bangsa Indonesia yang adil dan demokratis
3. Mewujudkan bangsa Indonesia yang sejahtera.
Untuk melaksanakan misi di atas diperlukan masyarakat yang cerdas dan inovatif. Masyarakat yang cerdas dan inovatif dapat diwujudkan melalui sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan Kabupaten Sumbawa harus mampu mewujudkan pemerataan pendidikan yang bermutu sebagai amanat penting yang harus diemban dalam rangka membangun “Samawa Mampis Rungan” yang “senap semu nyaman nyawe” (aman, damai dan sejahtera). Hal itu merupakan prasyarat untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat Kabupaten Sumbawa agar sejajar dengan daerah lain di Indonesia, yang ditandai oleh persaingan yang makin ketat. Dengan demikian, perspektif pembangunan pendidikan pada masa yang akan datang tidak hanya ditujukan untuk mengembangkan aspek intelektual saja melainkan juga watak, moral, sosial dan fisik perserta didik secara utuh sehingga dapat membangun masyarakat Kabupaten Sumbawa yang Inovatif.
Upaya untuk membangun masyarakat yang Inovatif sudah menjadi tekad pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagaimana tertuang dalam RPJM Kabupaten Sumbawa tahun 2005-2010 misi ke empat yaitu Program Pendidikan Inovatif untuk Rakyat (Pro-Pintar). Untuk maksud tersebut maka didirikanlah Dinas Pendidikan Nasional sebagai perangkat daerah yang mengemban tugas membantu Bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Nomor 4 tahun 2000 tentang Pembentukan, Kedudukan, Tugas, Fungsi Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Sumbawa, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Nomor 1 Tahun 2002 dan selanjutnya rincian tugas dan fungsinya dijabarkan dalam keputusan Bupati Sumbawa Nomor 167 Tahun 2002.
3.1.2. Susunan Kepegawaian Dan Perlengkapan
Susunan Kepegawaian dan Perlengkapan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Sumbawa terdiri dari :
1. Unsur Pembantu Pimpinan adalah Bagian Sekretariat
a. Sub Bagian Program
b. Sub Bagian Keuangan
c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
2. Unsur Pelaksana Adalah Bidang :
a. Bidang Pendidikan Dasar dan Taman Kanak-kanak :
1. Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Pendidikan Dasar dan man Kanak-kanak.
2. Seksi manajemen Pelayanan Pendidikan Dasar dan Taman Kanak-kanak.
3. Seksi Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar dan Taman Kanak-kanak.
b. Bagian Pendidikan Menengah
1. Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Pendidikan Menengah.
2. Seksi manajemen Pelayanan Pendidikan Dasar Menengah.
3. Seksi Sarana dan Prasarana Pendidikan Menengah.
c. Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal :
1. Seksi Pendidikan Anak Usia Dini
2. Seksi Pendidikan Kesetaraan
3. Seksi Pendidikan Masyarakat
d. Bidang Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
1. Seksi Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar.
2. Seksi Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Menengah Pertama
3. Seksi Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan Non Formal maupun Informal.
4. Kelompok Jabatan Fungsional
5. Kantor Cabang Dinas Diknas Kecamatan : 11 KCD
6. Unit Pelaksana Teknis Dinas Diknas.
3.1.3. Visi dan Misi
Visi :
“Mewujudkan sumberdaya manusia Kabupaten Sumbawa yang bermutu, religius dan menguasai IPTEK serta memiliki daya saing”.
Misi :
1. Meningkatkan akses pendidikan dalam rangka pemerataan pendidikan.
2. Meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan.
3. Melaksanakan tata pengelolaan (Governance) lembaga pendidikan melalui Manajemen Berbasis Sekolah.
3.2. SPESIFIKASI SOFTWARE DAN HARDWARE
3.2.1. Software yang Digunakan di Server
Pada router atau servernya menggunakan software Mikrotik OS 2.9.27.
Mikrotik merupakan sistem operasi jaringan (operating system network) yang banyak digunakan oleh Internet Service Provider untuk keperluan firewall atau router network. Mikrotik menjadikan router network yang handal yang dilengkapi dengan berbagai fitur dan tool, baik untuk jaringan kabel maupun wireless. Dalam tutorial kali ini penulis menyajikan pembahasan dan petunjuk sederhana dan simple dalam mengkonfigurasi Mikrotik untuk keperluan-keperluan tertentu yang biasa dibutuhkan untuk server/router warnet maupun jaringan lainya. Konfirugasi tersebut meliputi: Instalasi, Setting IP, dan Bandwith manajemen. Versi Mikrotik yang penulis gunakan untuk Tugas Ahir ini adalah Mikrotik 2.9.27.
3.2.2. Software yang digunakan di client
Pada clientnya menggunakan software Mikrosoft Windows XP Pro 5.1.
1. Pengertian Windows XP.
Microsoft Windows XP Professional kependekan dari Microsoft Windows Experience Professional merupakan sistem operasi berbasis grafis (gambar) dengan berbagai fasilitas, dan kemudahan dalam pengoperasiannya.Microsoft Windows XP ini merupakan salah satu produk unggulan dari Microsoft Corporation yang secara resmi dikeluarkan pada tanggal 25 Oktober 2001. Microsoft Windows XP yang selanjutnya yang disingkat dengan Windows XP ini merupakan kelanjutan dari dari Windows versi sebelumnya dengan berbagai fasilitas yang ada didalamnya, baik merupakan fasilitas penyempurnaan maupun fasilitas terbaru yang tidak ada pada versi sebelumnya. Dengan Windows XP ini anda akan dipermudah dalam penggunaannya, lebih menyenangkan, lebih cepat, kompatibel dengan berbagai perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware). Hal inilah yang menyebabkan semakin banyak pengguna sistem operasi Windows XP ini dalam masyarakat.
Banyak perubahan yang terjadi dalam system operasi Microsoft Windows XP ini, mulai dari masalah registrasi,kelengkapan driver, peningkatan performance, design interface baru, Internet Explorer dengan versi terbaru yang mengarahkan orientasi user dalam penggunaannya, sampai sesuatu yang belum pernah diterapkan pada Microsoft Windows generasi-generasi sebelumnya, yaitu Firewall.
2. Registrasi
Dalam hal masalah registrasi, Microsoft Windows XP telah mengimplementasikan Windows Product Activation (WPA) dalam sistemnya. Artinya, dalam hal ini Microsoft menginginkan semua informasi tentang penggunanya. Karena dalam hal ini Microsoft memaksa penggunanya untuk melakukan registrasi dan pengguna diberi waktu selama 14 hari untuk melakukan aktivasi. Jika aktivasi ini tidak dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah digariskan maka Microsoft Windows XP akan macet dan tidak dapat digunakan lagi.
Yang paling menonjol dalam hal aktivasi ini adalah bahwa pihak Microsoft menyediakan kombinasi dari 35 angka yang terus berubah. Dalam hal ini pengguna harus memasukkan nya ke dalam Activation Mask yang telah disediakan pihak Microsoft. Jika proses ini dapat dilewati maka Microsoft Windows XP akan dapat digunakan kembali.
3.2.3. Hardware yang digunakan
3.2.3.1. Hardware yang digunakan pada Server
1. PC pentium IV dengan hardisk 40 GB
2. 2 buah LAN-CARD / NIC
3. Kabel UTP dan konektor RJ-45
4. Hub 8 port
5. CD Installer MikriTik 2.9.27
6. PC Pentium
7. Monitor
8. keyboard
9. mouse.
3.2.3.2. Hardware yang digunakan pada client
1. PC Pentium
2. Monitor
3. keyboard
4. mouse.
3.3. Rancangan Jaringan
Tujuan dari rancangan Jaringan adalah untuk memberikan gambaran tentang bagaimana system telah dilaksanakan dengan jelas dari system pada router sampai system kepada client. Tentang system jaringan yang diusulkan dan untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai internet. Adapun langkah-langkah yang ditempuh agar tujuan di atas dapat tercapai sebagai berikut :
1. Mengumpulkan seluruh data yang diperlukan untuk mendukung terciptanya sistem yang baik.
2. Menganalisa kendala-kendala yang dihadapi dari permasalahan-permasalahan yang mungkin timbul dalam proses perancangan jaringan.
3. Menyusun tampilan-tampilan informasi yang dihasilkan secara keseluruhan, sehingga dapat memudahkan dalam mengidentifikasikan, analisis dan evaluasi terhadap aspek yang ada dalam permasalahan penginstalan operating system dan Konfigurasinya.
Sedangkan sasaran yang akan tercapai dari rancangan sistem ini adalah :
1. Rancangan system yang baru harus mudah dipahami dan mudah digunakan (User Friendly).
2. Rancangan system harus dapat mendukung tujuan utama dari pembuatan system sesuai dengan yang telah di devinisikan.
3. Rancangan system harus dapat memberikan manfaat yang semaksimal mungkin dalam memberikan dukungan dalam mengambil keputusan.
Rancangan ini kami buat agar semuanya mengetahui bagamana cara Membuat Jaringan Local Dengan PC Router Menggunakan Operating System Mikrotik 2.9.27 dan selanjutnya bisa digunakan semaksimal mungkin untuk kepentingan kantor.
3.4. Persiapan pembuatan LAN
Dalam penelitian ini, penulis menyiapkan 2 komputer sebagai client dan 1 komputer sebagai server. Selain itu LAN tersebut didukung oleh wireless, router dan switch. Ini menunjukan bahwa alat penelitian telah tersedia secara lengkap dengan gambaran sebagai berikut :
Jaringan yang di buat :
IP pada LAN : 10.10.0.2 – 10.10.0.254
Gateway Eth2 : 10.10.0.1
DNS Eth1 : 10.10.0.1
IP dari ISP :
IP Ruoter Eth1: 192.168.100.5
DNS Eth0 : Primary : 61.94.192.12
Secondary : 203.130.209.242
Gateway Eth1 : 192.168.100.1
Subnet Mask : 255.255.255.0
Gambar 10 : Rancangan Jaringan
Setiap client dapat mengakses jaringan internet kapan saja apabila prangkan servernya hidup. Akses internet yang dilakukan pada client dapat diketahui langsung oleh server karena datanya tersimpan langsung di server.
3.5. Class IP yang Digunakan
3.5.1. Class IP pada Server (menggunakan operating system Mikrotik 2.9.27)
1. Eth1 : untuk jaringan ke modem, saya set 10.10.0.1. Dan dihubungkan ke internet dengan DNS 1 : 10.10.0.1, dan LAN 10.10.0.2
2. Eth2 : untuk jaringan lokal, saya set dengan 10.10.0.2 – 10.10.0.254
3.5.2. Class IP pada Client (menggunakan Windows XP)
3.5.2.1. Class IP pada Ruangan ICT
Terdiri dari enam (6) PC, dari IP 10.10.0.2 sampai 10.10.0.7.
1. IP address : 10.10.0.2
2. Subnet mask : 255.255.255.0
3. Gateway : 10.10.10.1
4. DNS : 10.10.0.1
3.5.2.2. Class IP pada Ruangan ADP
Terdiri dari empat (4) PC, dari IP 10.10.0.8 sampai 10.10.0.11.
1. IP address: 10.10.0.8
2. Subnet mask: 255.255.255.0
3. Gateway: 10.10.10.1
4. DNS : 10.10.0.1
3.5.2.3. Class IP pada Ruangan Pengawas
Terdiri dari delapan (8) PC, dari IP 10.10.0.12 sampai 10.10.0.20
1. IP address: 10.10.0.12
2. Subnet mask: 255.255.255.0
3. Gateway: 10.10.0.1
4. DNS : 10.10.0.1
3.5.2.4. Class IP pada Ruangan Kepegawaian
Terdiri dari empat (4) PC, dari IP 10.10.0.21 sampai 10.10.0.24
1. IP address: 10.10.0.21
2. Subnet mask: 255.255.255.0
3. Gateway: 10.10.0.1
4. DNS : 10.10.0.1
3.5.2.5. Class IP pada Ruangan Keuangan
Terdiri dari empat (4) PC, dari IP 10.10.0.25 sampai 10.10.0.28.
1. IP address: 10.10.0.25
2. Subnet mask: 255.255.255.0
3. Gateway: 10.10.0.1
4. DNS : 10.10.0.1
3.5.2.6. Class IP pada Ruangan PNFI2
Terdiri dari dua (2) PC, dari IP 10.10.0.29 sampai 10.10.0.30
1. IP address: 10.10.0.29
2. Subnet mask: 255.255.255.0
3. Gateway: 10.10.0.1
4. DNS : 10.10.0.1
3.5.2.7. Class IP pada Ruangan Program
Terdiri dari enam (6) PC, dari IP 10.10.0.31 sampai 10.10.0.36
1. IP address: 10.10.0.31
2. Subnet mask: 255.255.255.0
3. Gateway: 10.10.0.1
4. DNS : 10.10.0.1
3.5.2.8. Class IP pada Ruangan Dikdas
Hanya satu PC dengan IP 10.10.0.38
1. IP address: 10.10.0.38
2. Subnet mask: 255.255.255.0
3. Gateway: 10.10.0.1
4. DNS : 10.10.0.1
3.5.2.9. Class IP pada Ruangan Sekretariat Paud
Terdiri dari tiga (3) PC, dari IP 10.10.0.60 sampai 10.10.0.62
1. IP address: 10.10.0.60
2. Subnet mask: 255.255.255.0
3. Gateway: 10.10.0.1
4. DNS : 10.10.0.1
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1. Analisa Sistem Jaringan
Di ICT Diknas Kabupaten Sumbawa Besar mengambil jaringan melalui Telkom lalu disambung ke modem dan diteruskan ke router/server, dari router dihubungkan kembali ke switch dengan menggunakan kabel Straight-Through, dan penghubung antar switch menggunakan kabel cross-over yang berada ditiap program, dan selanjutnya dari switch ke client dihubungkan dengan menggunakan kabel Straight-Trough.
4.2. Proses Instalasi Server
Pada tahap ini, dilakukan persiapan instalasi pada komputer server mengunakan Mikrotik Router OS 2.9.27 dengan langkah sebagai berikut ini :
1. Masukkan cd Mikrotik ke dalam cd/dvd room, pada saat booting lalu tekan tombol enter. Tpi sebelum itu kita harus melakukan settingan pada biosnya.
2. Setting bios komputer anda, pada booting awal (first boot) adalah cd/dvd room anda.
Gambar 11 : Setting bios
3. Setelah di setting maka komputer anda akan booting pertama kali ke CD/DVD Room anda. Jika berhasil maka akan muncul tampilan seperti gambar: 4.2. dibawah ini.
Gambar 12 : Tampilan Intall Mikrotik
4. Pencet tombol "A" untuk memilih semua konfigurasi. klik tombol "M" untuk memilih konfigurasi minimal. klik tombol "SPACE" untuk memilih konfigurasi secara manual.
5. Jika sudah yakin maka klik tombol "I" untuk memulai menginstal.
Gambar 13 : Mulai Menginstall
6. Jika muncul seperti gambar diatas maka kita disuruh memilih memakai konfigurasi yang lama (jika sudah pernah menginstal Mikrotik) atau tidak. Klik tombol "Y" untuk menyetujui, atau klik tombol "N" untuk tidak menyetujui.
7. Setelah itu akan muncul peringatan yang maksudnya adalah memberitahu kita bahwa semua data akan hilang dan menanyakan apakah kita yakin atau tidak. Klik tombol "Y" untuk menyetujui, atau klik tombol "N" untuk tidak menyetujui.
Gambar 14 : Membuat Partisi.
8. Jika muncul seperti gambar dibawah ini maka proses instalasi telah selesai. keluarkan kaset Mikrotik anda, setelah itu tekan enter untuk merestart komputer anda secara otomatis.
Gambar 15 : Proses Instalasi selsai
9. Setelah komputer anda restart maka anda akan diminta untuk check disk atau tidak. Klik tombol "Y" untuk menyetujui, atau klik tombol "N" untuk tidak menyetujui.
Gambar 16 : Tampilan Check Disk
10. Setelah itu akan muncul tampilan login. admin (tanpa tanda petik) pada Mikrotik Login dan pada password enter saja karena password defaultnya tidak ada password.
Gambar 17 : Login Mikrotik
11. Jika berhasil maka akan muncul gambar tampilan awal Mikrotik (lihat gambar dibawah ini). Menandakan anda telah berhasil menginstal Mikrotik .
Gambar 18 : Tampilan Mikrotik
4.3. Mengkonfigurasikan Jaringan pada konsole Via Winbox (terminal) Mikrotik OS 2.9.27.
Untuk melakukan konfigurasi pada gateway mikrotik kali ini kita akan menggunakan tools bawaan mikrotik sendiri yang bernama winbox, alasan utama menggunakan Winbox karena aplikasi tersebut sudah berbasis GUI sehingga lebih mudah dan telah berjalan di atas OS Windows. Cara memperoleh aplikasi Winbox yaitu dengan mendownloadnya dari gateway mikrotik via Web, untuk itu sebelumnya pastikan dulu PC client telah terkoneksi ke Gateway Mikrotik. Cara termudah untuk memastikan hal itu adalah dengan melakukan tes PING dari client ke gateway Mikrotik, jika sudah ada pesan reply berarti telah terkoneksi dengan baik. Selanjutnya pada client yang menggunakan sistem operasi Windows, buka Internet Explorer atau program Web Browser lainnya lalu pada Address ketikkan alamat IP dari Gateway Mikrotik .
1. Tampilan awal Winbox
Gambar 19 : Tampilan awal Winbox
2. Mengecek kedua Lan Card yang terpasang menggunakan perintah interface print
Gambar 20 : Mengecek kedua Lan Card
3. Setting IP Address pada ether1 menggunakan perintah ip address add address=118.98.170.3/29 interface=ether1, yang menuju ke jaringan public.
Gambar 21 : Setting IP Address pada ether1
4. Setting IP Address pada Ether2 menggunakan perintah ip address add address=10.10.0.1/24 interface=ether2, yang menuju ke jaringan local.
Gambar 22 : Setting IP Address pada Ether2
5. Melihat hasil ke dua Ethernet, yang telah kita masukkan IP masing-masing dengan printah ip address print
Gambar 23 : Melihat hasil ke dua Ethernet
6. Setting IP Gateway dengan perintah ip route add gateway=118.98.170.1 .
Gambar 24 : Setting IP Gateway
7. Melihat hasil Konfigurasi gateway yang telah kita masukkan dengan perintah ip route print
Gambar 25 : hasil Konfigurasi gateway
8. Setting IP Dns-Primary dengan perintah ip dns set primary-dns=180.131.144.144.
Gambar 26 : Setting IP Dns-Primary
9. Setting IP Dns-Secondary dengan perintah ip dns set secondary-dns=180.131.145.145.
Gambar 27 : Setting IP Dns-Secondary
10. Setting DNS Forwarder (Cache DNS) menggunakan perintah ip dns set allow-remote-request=yes.
Gambar 28 : Settingan DNS Forwarder
11. Melihat tampilan DNS yang telah kita masukkan dengan perintah ip dns print.
Gambar 29 : Tampilan DNS
12. Setting Network Address Translate (NAT) pada mesin Mikrotik OS dengan perintah ip hospot setup.
Gambar 30 : Setting Network Address Translate (NAT)
13. Memilih Ethernet2 sebagai NAT (Network Address Translate) erher2.
Gambar 31 : Ethernet2 sebagai NAT
14. Untuk memasukan address pool secara atomatis dengan perintah 10.10.0.10-10.10.0.254.
Gambar 32 : Memasukan address pool secara atomatis
15. Delete import-other-certificate, di gantikan dengan mengetik kata none, pada select certificate.
Gambar 33 : Delete import-other-certificate
16. Tekan tombol Enter setelah pengisian, sesuai dengan gambar yang tertera di atas.
Gambar 34 : Insert none
17. Menamakan dns name menjadi diknas-hotspot.
Gambar 35 : Mengganti nama DNS
18. Tekan tombol enter setelah memasukkan Instruksi di atas yang tertera pada gambar.
Gambar 36 : Mengganti DNS Name
19. Memberi password untuk hak login pada jaringan hotspot.
Gambar 37 : Pembrian Password Login
20. Melihat hasil NAT yang telah di konfigurasikan dengan perintah ip firewall nat sprint.
Gambar 38 : Kompigurasi NAT
21. Mengganti nama System kita pada Mesin Mikrotik OS menjadi diknas-hotspot-sbw, dengan perintah system identity set name=diknas-hotspot-sbw.
Gambar 39 : Mengganti nama sistem pada Mikrotik OS
22. Mengganti Password Default Mikrotik OS, dengan mengetik perintah password pada terminal konsole via Winbox.
Gambar 40 : Mengganti password default
4.4. Pembagian IP dan Bandwith menggunakan via Winbox
Membagian IP dan bandwith menggunakan Winbox, dengan mengklik tool Queues lalu sorot dan tekan tanda plus (+) yang berwarna merah maka jendela New Simple Queue akan terbuka seperti yang terlihat pada gambar. Setelah itu isikan IP pada kotak Target Address misalnya 10.10.0.16 Untuk pembagian Bandwithnya beri tanda centang pada Target Upload dan Target Download dan masukan Limit sesuai dengan kebutuhan.
Gambar 41 : Tampilan via Winbox dan Queue List
Gambar 42 : New Simple Queue
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Mikrotik Router OS adalah sebuah mesin linux yang dirancang secara khusus untuk keperluan networking. Mikrotik ini begitu menarik saat ini, karena dengan fiturnya yang begitu lengkap serta kemudahan dalam penggunaanya dan juga harganya relatif lebih murah. Jika kita sudah memahami konsep jaringan dengan baik maka akan begitu mudah menerapkan di Mikrotik dengan tool GUI-nya (winbox), sehingga kita tak perlu menghafal command untuk melakukan setting atau pengaturannya.
Untuk negara berkembang, solusi Mikrotik sangat membantu ISP atau perusahaan-perusahaan kecil yang ingin bergabung dengan internet. Walaupun sudah banyak tersedia perangkat router mini semacam NAT, Mikrotik merupakan solusi terbaik dalam beberapa kondisi penggunaan komputer dan perangkat lunak. Mikrotik bisa disebut juga adalah salah satu distro linux yang berguna untuk jaringan komputer karena Mikrotik sangat tangguh dalam masalah jaringan.
5.2. Saran-saran
1. Penulis mengharapkan agar perancangan ini bias dikembangkan ke jaringan VPN oleh peneliti berikut sehingga nantinya keanggotaan vlan Diknas Kabupaten Sumbawa Besar, bisa mendapatkan hak aksesnya di manapun dia berada.
2. Untuk mempermudah memahami dan merancang jaringan vlan, maka diperlukan pemahaman mengenai perancangan jaringan LAN, pegalamatan ip, switching dan routing.
3. Di dalam menentukan keanggotaan vlan, diperlukan pemahaman
mengenai struktur dan kinerja dari suatu departemen sehingga
mudah dalam mengelompokkannya.
4. Sebelum membuat sebuah jaringan, sebaiknya membuat simulasinya dahulu pada aplikasi aplikasi simulasi packet tracer sehingga memudahkan dalam hal pengoreksian dan memberikan gambaran hasil akhir dari jaringan yang akan dibuat atau dirancang.
Best Betway Casino - DrmCD
BalasHapusWhat is the Best Betway Casino? · 1. 의정부 출장마사지 Sign up at Betway casino, and deposit 춘천 출장안마 $10 · 2. Claim the Welcome Offer of up 천안 출장마사지 to $/€ 200 · 3. 태백 출장안마 Choose 태백 출장샵 a Bonus of up